Ary Praptono

Beliau tinggal di sebuah kota kecil di daerah Jawa Tengah yang di kenal dengan sebutan Kota Sejuta Bunga yaitu Magelang. Beliau ditinggal Ayahnya menghadap Yang Maha Kuasa saat baru berusia 6 tahun. Sepeninggalan sang Ayah, ibunya terpaksa harus bekerja seorang diri sebagai guru untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Namun kondisi kesehatan ibunya terus menurun, Pak Ary sering harus tinggal seorang diri dirumah, karena ibunda terpaksa harus dirawat di RS, kemudian saat menginjak usia 15 tahun, ketika memasuki bangku SMA kelas 1, beliau pun harus merelakan kepergian sang ibunda tercinta menghadap Sang Pencipta. Akhirnya tinggallah beliau sendiri hidup sebatang kara.

14192179_10210233186177128_4362019324039385145_n

Namun bersukur beliau masih memiliki keluarga besar ibunya, dan bisa menumpang tinggal dirumah paman dan bibinya sampai menyelesaikan kuliah. Walaupun hidup sebagai anak yatim piatu, Pak Ary tumbuh menjadi pribadi kuat yang mandiri, dan berhasil lulus menjadi seorang Sarjana Kehutanan UGM pada tahun 2000.

Beliau mulai bekerja saat usia 23 tahun sebagai seorang tukang kebun di daerah cibubur, namun tidak lama kemudian diangkat menjadi mandor di daerah perkebunan Wanayasa Purwakarta. Dua kali ingin kuliah kembali, namun selalu putus ditengah jalan. Saat usia 26 tahun beliau bekerja sebagai Sales di perusahaan Foundry di daerah Pulogadung Jakarta.

Dan Pak Ary pun menikah disaat usia beliau 27 tahun. Memiliki istri yang cantik, dua orang anak, seorang puteri dan seorang putera. Memiliki keluarga baru yang lengkap dan bahagia semakin menyempurnakan kehidupan pak Ary, apalagi dengan karier yang terus menanjak.  Di Usia 36 tahun beliau mengundurkan diri dari perusahaan Foundry yang sudah digelutinya selama 10 tahun, dengan posisi terakhir sebagai seorang Marketing Manager. Kemudian bekerja kembali sebagai Plan Manager di sebuah perusahaan Machinery di daerah Lippo Cikarang.

14063783_10210159814902892_4661678251847308669_n

slide1-1024x417

Keluarga pak Ary Praptono

Awal perkenalan dengan 3i Networks CAR

Februari 2014 pertama kali beliau mengenal 3i Networks dari seorang leader 3i Bapak Agung Nugroho, namun baru bergabung pada Maret 2014, itu pun masih karena rasa tidak enak hati.  Dan disaat bersamaan beliau juga nyemplung  di bisnis Money game yang ikut mengikis rasa kepercayaannya terhadap bisnis yang berbau networking. Dan baru pada  Oktober 2014 disadarkan, setelah beliau bertemu dengan leader-leader hebat pak Suhanda (Kebumen) dan Bapak Budi Herianto (Semarang). Saat itu pak Ary bahkan harus menutupi 5 bulan premi yang sudah tertunggak.

November 2014, Pak Ary memutuskan untuk bertekad menjalankan & membesarkan bisnis 3i Networks dengan tujuan yang pasti, yaitu Impian mencapai financial dan time freedom dan keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi Keluarga. Dengan Restu dan Doa dari Istri, anak-anak serta sebuah modal kemampuan membuat sebuah Blog mulailah beliau memperkenalkan bisnis 3i Networks di sela-sela pekerjaannya dikantor. Masih dalam kondisi sebagai seorang Karyawan, beliau terpaksa harus pintar-pintar memanfaatkan waktu, beliau terus bekerja sampai larut malam bahkan hingga pagi hari.

Dua bulan pertama menjalankan bisnis ini, beliau rasakan sangat berat , tapi dengan tekad yang bulat, semua  masalah dapat beliau atasi dan akhirnya beliau mampu mencapai Posisi “Leader Agency.
 
Julukan “Ayah Pemarah”
Saat masih sebagai karyawan, beliau bahkan harus  mendapat julukan pemarah dari kedua buah hatinya. Problem seperti ini kerap dialami para suami isteri yang bekerja kantoran. Kondisi yang lelah, berangkat pagi, pulang malam bahkan kadang terpaksa harus lembur di hari weekend, membuat seorang karyawan sulit sekali mengontrol emosinya. Padahal tujuan bekerja adalah demi keluarga, namun seringkali kita bahkan tidak lagi punya waktu untuk mereka. Dalam keadaan lelah, buah hati kita justru harus menerima pelampiasan amarah akibat stress dari pekerjaan. Itu pula yang dialami oleh pak Ary waktu itu.
 
Setahun setelah menjalankan 3i, Beliau punya banyak sekali waktu untuk keluarga, disamping passive income yang terus masuk ke rekening. Dan pak Arypun akhirnya sadar, ternyata bukan hanya materi yang dibutuhkan keluarganya, namun “waktunya untuk keluarga” juga sangat penting. Kehidupan  rumah tanggapun berubah menjadi jauh lebih indah. Suasana bercanda dan keakraban keluarga pun semakin terjalin. Tidak ada lagi emosi yang meledak-ledak, bahkan sekarang julukan Pemarahpun telah  berubah. Hari ini putra puterinya menyebut beliau sebagai “Ayah yang manis dan ganteng”.
 

14720513_10210687805462326_5469815113848510727_n

Ibu Frida (istri) , Pak Ary, dan putera bungsu Jordan dan Puteri sulung Irena
 
Pak Ary Praptono melawan Psoriasis yang beliau derita
Pak Ary Praptono selalu bergelut melawan penyakit kulit langka yang dideritanya “Psoriasis” produksi sel-sel kulit tubuh terjadi secara berlebihan. Pada kondisi normal, tubuh akan memproduksi dan mengganti sel-sel kulit yang mati dalam beberapa minggu sekali. Tetapi pengidap psoriasis akan mengalaminya dalam hitungan hari sehingga terjadi penumpukan sel-sel kulit yang akhirnya membentuk penebalan kulit.

Karena penyakit yang dideritanya ini, pak Ary harus menjaga asupan cairan tubuh supaya tidak terjadi dehidrasi, beliau juga tidak boleh kelelahan, apalagi stress. Penyakitnya bisa muncul sewaktu-waktu jika tubuhnya  dalam kondisi drop. Dan tentu hal ini sangat menganggu aktivitasnya.

Namun sekarang dokter menyarankan beliau untuk istirahat cukup lama, selama 6 bulan. Apa jadinya jika saat itu beliau masih bekerja seorang karyawan?

13920881_10154409168712298_1793401549951836267_n
Status beliau ketika dirawat di RS
14520567_1044128359034250_8180051692792668498_n
Istirahat 6 bulan, beliau  tetap tenang dan ceria, karena income terus mengalir ke rekeningnya dan semua itu karena menjalani 3i networks CAR.


Sungguh beruntung hari ini beliau sudah merasakan passive income dengan posisi Titanium Agency, income 80-100jutaan/bln. Setara gaji seorang Direktur.
Beliau boleh bersukur karena kenal dengan 3i networks CAR, dan beliau bisa tetap tenang sementara setiap bulan income sudah pasti mendarat mulus di rekeningnya. Tanpa teguran dari atasan, tanpa SP, tanpa gerutuan rekan tentang makan gaji buta.

Nah, 3i networks yang sekarang kita geluti, adalah sama dengan yang pak Ary tekuni. Beliau hanya memantau dari rumah, mensupport teamnya lewat media sosial. Tapi itu semua adalah hasil dari semua perjuangannya selama ini. Hasil dari kegigihan, kecerdasan memanfaatkan media sosial, perjuangan gerilya, kekuatan memotivasi dan duplikasi, hasil dari ketekunan yang sekarang berbuah MANIS. 

13327586_1090977954281589_8110005743211147041_n
Siap siap digebuk jika tidak serius  jalankan 3i.
 
12417559_10206396843060080_2580323580936651433_n
Home sharing bersama mitra-mitra 3i
 
12472448_10206412923422079_210775454299648568_n
Keakraban bersama mitra-mitra terbaiknya.
 
IMPIAN SANG PEMIMPI – ARY PRAPTONO
Pak Ary Praptono menyebut dirinya sebagai Sang Pemimpi, beliau ingin mengejar posisi yang paling tinggi di 3i Networks yaitu “Crown Agency.  dan Keinginannya mewujudkan mimpi semua mitra-mitra beliau untuk bertumbuh besar dan sukses bersama di 3i Networks.
Impian & harapan beliaupun sama seperti orang-orang lain pada umumnya, yaitu membahagiakan keluarga.
Impian untuk memiliki passive income dan usaha sendiri sudah berhasil beliau wujudkan diusia 40 tahun.
 
Demi orang-orang yang beliau cintailah beliau memilih 3i Networks, harapan untuk mewujudkan impian yang satu persatu mulai terwujud.
Mempersiapkan masa depan gemilang untuk anak-anaknya, supaya mereka memiliki masa depan yang indah.
 
Orang bisa sukses karena mempunyai “Impian & Harapan. Impan juga merupakan sebuah inspirasi kita ke depan yang membuat kita menjadi berusaha agar mimpi itu dapat terwujud, tak lupa dalam mewujudkan Impian & Harapan Anda untuk selalu mengandalkan Sang Pencipta. Ary Praptono
 
nelson-mandela-a-winner-is-a-dreamer-who-never-gives-up
 
The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams – Eleanor Rooselvelt